DetakNasional /Batam — Menjalani masa pembinaan di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) bukan berarti harus berhenti bermimpi. Justru, masa tersebut dapat menjadi kesempatan untuk belajar, mengasah keterampilan, dan mempersiapkan diri menyambut kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Semangat tersebut tergambar dalam kegiatan pembinaan yang dilakukan Lapas Kelas IIA Batam. Pada 4 September 2026, melalui unggahan media sosial resminya, Lapas Batam mengangkat tema “Membangun Kemandirian, Menciptakan Harapan.”
Sejumlah warga binaan tampak mengikuti kegiatan membaca di perpustakaan Lapas. Kegiatan sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya literasi sekaligus membuka kesempatan bagi warga binaan untuk menambah pengetahuan dan wawasan selama menjalani masa pembinaan.
Pesan yang dibangun pun cukup jelas: waktu selama berada di Lapas diharapkan tidak berlalu begitu saja. Setiap pengetahuan yang diperoleh dan keterampilan yang dipelajari dapat menjadi modal untuk melakukan perubahan.
Tak hanya melalui kegiatan literasi, pembinaan juga dilakukan melalui kegiatan kerja. Salah satunya adalah Laundry Lapas Batam, yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mempelajari keterampilan praktis sekaligus membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan etos kerja.
Kegiatan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian warga binaan melalui aktivitas yang produktif. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi bekal ketika mereka nantinya kembali kepada keluarga dan lingkungan masyarakat.
Pembinaan seperti ini menjadi penting karena keberhasilan proses pemasyarakatan tidak hanya dilihat dari berakhirnya masa pidana, tetapi juga dari sejauh mana warga binaan mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan setelah bebas.
Lapas Kelas IIA Batam terus mendorong agar proses pembinaan dapat memberikan manfaat nyata, baik dalam peningkatan pengetahuan maupun keterampilan yang menunjang kemandirian.
Dari membaca satu halaman buku hingga belajar mengerjakan sebuah pekerjaan, setiap proses dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju perubahan.
Karena pada akhirnya, di balik tembok Lapas masih ada harapan, masih ada kesempatan untuk belajar, dan masih ada masa depan yang harus diperjuangkan.
“Dari balik tembok, kami belajar untuk masa depan yang lebih baik.”
Penulis: Harry





